Tunggu Penerbangan Internasional, Labuan Bajo Kebut Marina ?>

Tunggu Penerbangan Internasional, Labuan Bajo Kebut Marina

Screenshot_14

REPUBLIKA. CO. ID, LABUAN BAJO — Pemerintah selalu mengatur lokasi Labuan Bajo sebagai satu dari 10 destinasi wisata unggulan. Usaha pembenahan bukan sekedar dari segi infrastruktur penunjang, namun juga sampai beberapa hal detil.

Saat ini, usaha pembenahan destinasi wisata yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tengah dipercepat dengan pengaturan rancangan Ketentuan Presiden (Perpres) Tubuh Otorita Pariwisata Labuan Bajo. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah memberi beberapa input untuk rancangan Perpres itu.

Nanti, rancangan Perpres BOP Labuan Bajo bakal selekasnya dibicarakan dalam rapat koordinasi tingkat menteri. “Rakor tingkat menteri menanti kepulangan Menko Maritim (Luhut B Panjaitan, red) dari Amerika Serikat, ” tutur Shana Fatina sebagai person in charge (PIC) Labuan Bajo pada Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar.

Tetapi, tidak mesti menanti Perpres terbit untuk meningkatkan Labuan Bajo. Untuk menyedot wisatawan mancanegara (wisman) ke Labuan Bajo, destinasi yang memakai komodo sebagai branding itu selalu berbenah untuk melakukan perbaikan aksesibilitas.

Gagasannya, Bandara Komodo di Labuan Bajo bakal dikelola segera oleh PT Angkasa Pura I. Tetapi, hal semacam itu masih tetap menanti kesepakatan Kementerian Perhubungan. Nanti Bandara Komodo bakal berstatus bandara internasional, hingga pesawat-pesawat dari luar negeri dapat segera landing di bandara yang berada di Batu Cermin, Manggarai Barat itu.

Shafa -panggilan akrab Shana- menyampaikan, sekarang ini telah ada perbincangan berkaitan penerbangan internasional dari Darwin, Australia ke Labuan Bajo. Diluar itu, ada juga penjajakan penerbangan internasional dari Dili, Timor Leste ke Kupang serta Labuan Bajo.

Karenanya, Kementerian Perhubungan telah mulai mendekati perusahaan penerbangan. “Ini sebagai tindak lanjut kerja sama diplomatik trilateral RI-Timor Leste-Australia, yang bisa digunakan untuk konektivitas Labuan Bajo, ” sambung Shafa.

Mempersiapkan Marina
Diluar itu, usaha lain dalam mengatur Labuan Bajo yaitu mempersiapkan marina PT Angkutan Sungai Danau serta Penyeberangan (ASDP). Groundbreaking proyek marina telah dikerjakan pada 20 April lantas yang di hadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur NTT Frans Lebu Raya serta Bupati Manggarai Barat Agustinus C. Dula.

Sedang, tujuan soft rilis marina yaitu Agustus 2018. Usaha bangun marina pernah terhalang relokasi tempat pelelangan ikan (TPI). “Pembongkaran TPI lama baru dikerjakan sesudah TPI baru siap, ” papar Shana.

Tetapi, telah ada jaminan kalau TPI baru kelak betul-betul jadi tempat atraksi. Sebab, TPI baru di desain sebagai pasar ikan modern yang diadopsi dari rencana Fish Market Tsukiji, Tokyo.

“Penggunaan tempat TPI masih tetap dalam sistem negosiasi pemda, DPRD serta ASDP. Sedang, amdal marina masih tetap dalam sistem, ” sebut Shafa.

Penyiapan Amenitas
Yang juga jadi perhatian Kemenpar yaitu penyiapan amenitas atau bebrapa sarana penunjang. Shafa menjelaskan, Tim Asistensi Kemenpar berusaha menggenjot jumlah kamar hotel berbintang lima. “Syarat marina internasional yaitu ada hotel berbintang lima dengan jumlah kamar minimum 180 unit, ” tuturnya.

Selain itu, ada juga usaha menaikkan jumlah homestay. Data paling akhir tunjukkan mengajukan izin homestay meraih 315 unit kamar. “Ini mencakup homestay renovasi kamar serta pembangunan vila baru, ” tuturnya.

Kemenpar yang di pimpin Menteri Arief Yahya juga mengkalkulasi hal detil yang lain. Yaitu ketersediaan bahan bakar minyak di Labuan Bajo. Hal semacam itu bersamaan meningkatnya keperluan bakal kapal wisata serta generator listrik.

“Jumlah speedboat th. 2014 cuma delapan unit, saat ini bertambah jadi 30 unit, ” kata Shafa.

Karena itu referensi Kemenpar yaitu menambahkan depo serta supply BBM. “Sudah ada koordinasi dengan Satgas di Kementerian Koordinator Kemaritiman untuk mengulas masalah itu, ” sebutnya.

Hal-hal lain yang disinggung Shafa dalam pengembangan Labuan Bajo yaitu perlakuan sampah serta penyediaan air bersih. Pemerintah memanglah miliki perhatian serius mengenai perlakuan sampah di beberapa lokasi destinasi wisata unggulan. “Hal ini dapat telah dikoordinasikan dengan Kemenko Maritim, ” kata Shafa.

Untuk penyediaan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) telah turun tangan. Kementerian yang di pimpin Basuki Hadimulyono itu merencanakan menyumbangkan kapal untuk memasok air bersih.

“Kapasitasnya 50 mtr. kubik untuk memasok air bersih di desa-desa di pulau-pulau sekitaran Labuan Bajo, ” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *