Teknologi yang membantu perempuan hamil di Korea Selatan ?>

Teknologi yang membantu perempuan hamil di Korea Selatan

Teknologi yang membantu perempuan hamil di korea selatan

Satu alat dengan sensor nirkabel memberi tahu penumpang sekitaran kalau orang yang membawa alat itu tengah hamil.

Bila perutnya belum membuncit, wanita hamil di Korea Selatan dapat hadapi pelototan penumpang lain saat duduk ditempat yang ada untuk ibu hamil, orang difabel serta manula.

Satu kota di Korea Selatan tengah menguji cobalah tehnologi nirkabel yang diinginkan bisa meniadakan permasalahan itu serta mungkin saja menolong menangani satu diantara tantangan paling besar yang dihadapi negara itu : tingkat kelahiran yang rendah.

Bln. April, kota pelabuhan Busan dibagian tenggara, kota paling besar ke-2 di Korea Selatan, mulai coba alat bundar kecil yang dilengkapi sensor nirkabel. Alat ini aktifkan cahaya merah muda yang melekat ke sensor yang lain yang ditempelkan di batang logam samping kursi-kursi penumpang prioritas, umumnya di gerbong ujung. Idenya yaitu untuk memberi tahu penumpang sekitaran kalau orang yang membawa alat itu tengah hamil.

” Kampanye Cahaya Merah Muda ” itu bisa menolong penumpang yg tidak hamil yang mungkin saja menempati kursi spesial itu tanpa ada mesti menebak orang lain tengah hamil atau tak. Dengan cara teori, wanita hamil bisa mengklaim tempat duduk tanpa ada mesti ajukan pertanyaan.

Kota-kota lain di Korea Selatan juga coba bikin perjalanan dengan transportasi umum lebih ramah pada wanita hamil. Ibukota Seoul sudah menempatkan kursi merah muda jelas untuk wanita hamil.

Dengan tingkat kelahiran yang termasuk juga paling rendah didunia, Korea Selatan semangat mendorong jumlah keluarga yang semakin besar. Wanita Korea Selatan rata-rata mempunyai 1, 21 anak th. 2014. Angka rata-rata untuk negara-negara kaya yang berhimpun dlaam Organisasi Hubungan kerja serta Pembangunan Ekonomi yaitu 1, 68.

” Saya terasa kurang nyaman memperoleh tempat duduk atau mengklaim tempat duduk untuk wanita hamil, ” tutur Ock Si-yoon, 33, yang tengah hamil. ” Dimuka kehamilan, ada resiko keguguran, jadi saya agak takut memakai kendaraan umum, lantaran banyak guncangan serta susah bikin orang memberi tempat duduknya. ”

” Saat ini, beberapa orang umumnya lihat hp mereka serta tak demikian sadar kalau tempat duduk itu yaitu spesial untuk wanita hamil, ” katanya. ” Namun saat ini, dengan ‘Kampanye Cahaya Merah Muda, ‘ gampang untuk beberapa orang untuk memerhatikan saat sensor menyala. ”

Sekarang ini, tehnologi ini cuma terbatas pada system transit di Busan. Namun kota itu merencanakan untuk mengembangkannya untuk semakin banyak jalur kereta bawah tanah serta bus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *