Strategi Angkasa Pura II Tarik Wisman Tuai Pujian Menpar ?>

Strategi Angkasa Pura II Tarik Wisman Tuai Pujian Menpar

Screenshot_23

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG — Direktur Paling utama Angkasa Pura II Muhammad Awaludin bakal memberi keringanan serta insentif pada maskapai yang buka rute baru serta lakukan RON atau parkir inap pesawat tak akan di Bandara Soekarno Hatta. Tetapi diarahkan ke kota lain dibawah AP II.

“Masa sih, ketika sore hari sekitaran jam lima sore mereka telah RON. Bagaimana langkahnya saya dapat input traffic pessenger baru? Kita bakal berikanlah insentif pada maskapai yang lakukan RON tak di bandara Soetta serta Halim Perdanakusumah, ” kata Awaluddin, waktu beraudiemsi dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menurut Awal, sekarang ini rata-rata 149 maskapai yang sekarang ini lakukan RON di bandara Soekarno Hatta, jalan keluar yang di tawarkan Awaludiin, RON dikerjakan di 12 bandara di Indonesia yang di kelola AP II. Begitu bakal mendorong terbentuknya traffic baru.

“Solusinya, pertama pihak maskapai tentu perlu biaya untuk pasarkan traffic passenger, serta mereka juga perlu cost operasi untuk lakukan landing fee, parking fee, aviobridge fee yang berbayar ke Angkasa Pura II. Karenanya kita memiliki program, bila itu terwujud cost extend operasioal bandara kita gratiskan. Contoh bandara biasanya hingga jam 21. 00, jika ada pesawat datang dari jam itu, cost operasionalnya kami yang tanggung. Serta program itu kami telah menyurati ke pihak maskapai, ” tutur Awaluddin.

Butuh di ketahui, kemampuan kursi international flights dibawah naungan AP II sebesar 19, 5 juta pada th. 2016. Nyatanya cuma efisien menghadirkan 9 juta wisman, di mana wisman itu datang lewat transportasi hawa atau 75 % dari keseluruhan wisman sebesar 12 juta pada 2016.

Beberapa warga berbarengan turis asing makan nasi tumpeng berbarengan waktu ikuti Kebiasaan Barikan di Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Kamis. (pada photo)

Dari keseluruhan seat capacity of international flight th. 2016, AP II memberi peran sebesar 62, 6 %, yakni sebesar 12, 2 juta. Sedang jumlah wisman yang lewat bandara AP II memiliki peran sebesar 33, 3 % dari keseluruhan wisman Indonesia lewat transportasi hawa.

AP II sekarang ini menjalankan 13 bandara, di mana 10 bandaranya telah jadi bandara internasional. Tiga yang lain seperti Silangit di Danau Toba, Sultan Taha di Jambi, Depati Amir di Pangkal Pinang yang dalam sistem pengembangan jadi bandara internasional. AP II sendiri juga telah lakukan system ‘Go Digital’ sebagai bentuk servicenya di bandara yang mereka kelola.

Program ‘Go Digital’ yang digagas Awaluddin itu untuk mempercepat serta memberi service untuk beberapa penumpang, baik waktu lakukan check in sampai tahu estimasi kehadiran barang dari bagasi yang kerap jadi keluhan penumpang.

“Kita telah meluncurkan aplikasi Indonesia Airport, selalu disempurnakan fitur-fiturnya. Lantaran ini bukan sekedar AP II, namun juga tergantung pada kesiapan institusi lain, seperti Airlines serta Air Navigation. Awal Semester 2 Kami targetkan komplit, hingga go digital di AP II jalan, ” kata dia.

Mengatasi 100 juta pemakai layanan transportasi hawa di terminal AP II itu mesti lain dengan saat masihlah beberapa puluh ribu orang. Lain pendekatan, lain langkah, serta lain kiat. ” Mustahil tanpa ada digital! ” katanya.

Customers tak perduli, bandara dikelola lewat cara apa pun, ingin jadi smart airport, digital airport, atau apa pun. Yang mereka fikirkan yaitu nyaman, cepat, gampang, menanti bagasi tak bisa lebih 10 menit. ” Karenanya, AP II juga mesti turun tangan menolong ground handling seperti bagasi, yang sesungguhnya itu pekerjaan semasing airlines, ” tuturnya.

Sama juga dengan tourism, airport operator juga mesti Go Digital. Mulai sejak check in penumpang yang telah digital sejumlah 88 %, pesan tiket pesawat 92 % lewat cara digital. ” Ini sama seperti yang tengah ditempuh Kemenpar, ” sebut Awal.

Manajemen bagasi, kata dia, itu hal yang paling gawat, lantaran bersentuhan dengan customers-nya Airlines. ” Kami selalu mencari langkah supaya service bagasi tak meraih 10 menit. Serta kami telah menempatkan kamera supaya dapat memonitor bagasi kita serta dapat mencari tahu kapan paling akhir bagasi datang, ” jelas Awaluddin.

Awaluddin mengharapkan, dengan program ‘Go Digital’ AP II lewat mobile apps-nya Indonesia Airport, bakal memberi rasa aman serta nyaman untuk penumpang yang ada di bandara. Itu juga meminimalisasi kekeliruan ketika memakai layanan transportasi hawa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya senang dengan gagasan kerja serta implementasi program ‘Indonesia Incorporated’ Angkasa Pura II. Paparan Dirut Muhammad Awaluddin di Kantor AP II, Kompleks Bandara Soekarho Hatta itu diberi dua jempol. ” Lulus dengan cumlaude! ” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya yang memerhatikan utuh presentasi itu.

“Presentasinya bagus! Dari corporate level, usaha level kiat, s/d fungsional level, prima. Dari segi operasional, kiat marketing serta implementasinya excellent, ” puji Menpar Arief Yahya.

Dari gagasan beaar AP II itu, Menpar Arief Yahya mengharapkan bakal ada pergantian yang penting dari gerakan wisatawan mancanegara (wisman) th. ini. “Kita bakal menarik 100 juta penumpang th. ini. Sejumlah 80 % domestik serta kita berharap sekitaran 20 prosentasenya itu wisman, lantaran tujuan kita untuk Wisman perlu 4 juta seats untuk th. ini. Hingga keseluruhan jadi 15 juta wisman, ” tutur Menpar Arief Yahya.

Menpar melukiskan, biasanya usaha penerbangan dengan buka rute baru itu alami sistem susah. Berdarah-darah dahulu. Karenanya ada saat inkubasi, tak segera peroleh 100 % load factor. Karenanya Arief Yahya sepakat dengan pola insentif yang digagas AP II pada airlines yang ingin buka jalur baru itu.

” Kita gotong royong! AP II sebagai airport operator memberi kemudahan landing fee, serta menolong promosi free lewat semuanya media ruangan serta luar ruangan di bandara. Kemenpar akan menolong joint promotion untuk memperoleh load factor yang semakin banyak. Airlines juga terbang dari Originasi baru serta atau Destinasi baru, ” kata Arief Yahya.

Dia sepakat dengan Awaluddin, kalau supplay meng-create permintaan! Saat airport serta Kemenpar mendorong slot baru, destinasi baru, jadi pasar bakal ikuti. Karenanya memulai program itu mesti gotong royong.

“Ketika load-nya tidaklah sampai 100 %, janganlah semuanya cost itu dibebankan pada Airlines. Namun pihak airport serta Kemenpar yang mengurus program itu harus juga turut keduanya sama gotong royong memberi insentif pada Airlines yang buka rute-rute baru, ” tutur pria asal Banyuwangi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *