Pemerintah DKI menaikkan tarif pajak progresif ?>

Pemerintah DKI menaikkan tarif pajak progresif

Pemerintah DKI menaikkan tarif pajak progresif

Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah tarif pajak progresif untuk kendaraan bermotor pribadi. Kenaikan tarif pajak ini sudah terdaftar dalam Ketentuan Daerah (perda) nomer 2 th. 2015 mengenai Pajak Kendaraan Bermotor serta mulai berlaku mulai sejak 1 Juni 2015.

 

Dalam ketentuan itu, besaran tarif pajak untuk warga Jakarta yang mempunyai kendaraan pertama naik jadi 2 % sebelumnya setelah terdaftar 1, 5 %. Lalu, untuk kendaraan ke-2 dan sebagainya, semasing alami kenaikan 0, 5 %.

 

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap di panggil Ahok menyampaikan, pergantian pajak progresif itu sudah diundangkan lewat Ketentuan Daerah (Perda). Gagasannya, pemberlakukan bakal diuji dengan system pembayaran non tunai (e-money). ” Telah berlaku, saat ini tengah eksperimen pembayaran gunakan e-money, ” kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (5/6/2015).

 

Ahok beralasan, aplikasi pajak progresif ini sebagai usaha untuk membatasi jumlah kendaraan di Jakarta. Diluar itu juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bidang transportasi.

 

Bekas Bupati Belitung Timur itu meneruskan, pemprov bakal merajut kerja sama juga dengan sebagian bank untuk mempermudah orang-orang menyetor pajak kendaraan bermotor itu. Sekarang ini, pemprov baru merajut kerja sama juga dengan PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta. ” Kelak nyaris semuanya bank dapat, ” ucap Ahok.

 

Dalam perda yang disebut revisi dari Perda Nomer 8 Th. 2010 ini, ada menambahkan jumlah kendaraan yang bisa dipunyai. Bila semuanya cuma ditata optimal empat kendaraan, dalam perda yang baru dapat kian lebih 15 kendaraan.

 

Optimistis Raih Target

 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Service Info serta Penyuluhan Pajak Daerah DPP DKI, Andri Kunarso menyampaikan, karenanya ada penyesuaian tarif baru‎ pada pajak progresif kendaraan pribadi ini, penerimaan pajak daerah dari pajak PKB bisa meraih Rp 6, 65 triliun atau sesuai sama tujuan yang diputuskan Pemprov DKI pada 2015.

 

‎ ” Tujuan penerimaan pajak daerah dari PKB pada th. ini Rp 6, 65 trilun. Hingga Juni 2015, realisasi penerimaan PKB baru meraih Rp 2, 1 trilun, ” kata Andri di Jakarta, Jumat (5/6/2015).

 

Ia meneruskan, kenaikan pajak progresif ini bukan sekedar dipakai atas basic nama sang yang memiliki kendaraan, namun juga berdasar pada alamat, Kartu Sinyal Masyarakat (KTP) serta Kartu Keluarga (KK).

 

‎ ” Inginaan tarif baru progresif kendaraan th. ini didasarkan dari data kependudukan KTP serta KK yang ada Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil (Disdukcapil). Kami optimistis tujuan pajak PKB th. ini akan terwujud, ” katanya.

 

Ia menerangkan, dalam ketentuan baru ini, satu orang dalam satu keluarga yang tinggal ditempat yang sama serta terdaftar dalam KK, bakal segera dipakai tarif progresif waktu membayar pajak kendaraan baru. Tidak sama dengan ketentuan dalam Perda Nomer 8 Th. 2010, besaran pajak progresif pada th. ini ditingkatkan sebesar 0, 5 persen‎ pada kendaraan pertama dan sebagainya.

 

” Tarif progresif di 2010 sesuai dari 1, 5 % pada kendaraan pertama jadi 2 %. Demikian halnya pada kendaraan ke-2, dari 2 % jadi 2, 5 %. Kenaikan tarif pajak progresif sebesar 0, 5 % berlaku pada kendaraan pertama sampai kendaraan ketujuh belas, ” terang Andri.

 

Ia juga menyampaikan pihaknya sudah mensosialisasikan tentang tarif baru pajak progresifkendaraan pribadi dengan menempatkan spanduk di kantor-kantor System Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) ‎di lima lokasi Jakarta. ” Kami berharap ketentuan baru pajak progresif ini bisa efisien menghimpit angka perkembangan kendaraan pribadi di Jakarta, ” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *