Pembesaran Ikan Lele Di Kolam Terpal ?>

Pembesaran Ikan Lele Di Kolam Terpal

Pembesaran Ikan Lele Di Kolam Terpal

Teknologi kolam terpal berkembang dari budi daya ikan lele. Kolam terpal pertama kali digunakan pada tahun 1999 oleh seorang petani di Bekasi, Jawa Barat. Tujuan awal penggunaan kolam terpal ini adalah sebagai langkah antisipasi bila terjadi banjir maka ikan ikut hanyut. Kini budi daya ikan lele di kolam terpal telah menyebar ke berbagai daerah. Kepadatan penebaran benih ikan lele di kolam terpal untuk pembesaran berkisar antara 100-300 ekor benih/m2. Penentuan padat tebar dalam usaha pembesaran sebaiknya disesuaikan dengan target panen yang diinginkan. Benih lele yang biasa digunakan dalam tahap pembesaran berukuran 5-7cm. Untuk menghidari kematian benih akibat stress maka penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum dimasukkan ke dalam kolam terpal, benih sebaiknya diaklimatisasi terlebih dulu. Hal ini sabagai proses penyesuain suhu air dalam wadah dengan suhu air kolam. Kolam terpal pada usaha pembesaran juga perlu dijaga kebersihannya sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Sisa pakan dan kotoran ikan lele di dasar kolam terpal harus dibersihkan secara rutin dengan penyifonan dalam 20-30 hari sekali.

pembesaran

Pemberian pakan dapat dilakukan pada pagi, siang, sore atau malam hari. Pemberian pakan yang teratur bertujuan untuk mendisiplinkan waktu makan ikan lele. Pada umumnya ikan lele yang terbiasa diberi pakan pada pagi atau sore hari akan merasa lapar pada pagi dan sore hari. Dengan membiasakan waktu pemberian pakan pada waktu yang tepat dan teratur maka akan membuat nafsu makan ikan lele dapat dikontrol. Frekuensi pemberian pakan berhubungan dengan frekuensi lapar ikan. Tidak jarang frekuensi pemberian pakan diatur untuk memacu pertumbuhan ikan. Pakan dapat diberikan pada satu tempat untuk menjamin semua ikan mendapatkan cukup pakan. Mengatur pemberian pakan dapat membuat pakan memberikan manfaat secara efisien. Jenis hama pada usaha pembesaran ikan lele antara lain ular, burung pemakan ikan dan kodok. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangai kerugian akibat gangguan hama dilakukan dengan menggunakan penutup kolam berupa jaring dan menjaga lingkungan di sekitar kolam. Di sisi lain penyakit akan timbul apabila terjadi ketidakseimbangan antara kondisi ikan dan lingkungan sekitar. Apabila terjadi serangan penyakit, ikan yang sakit harus segera dikeluarkan dari kolam agar tidak menulari ikan yang lain, lalu mengurangi kepadatan ikan dan mengganti air kolam. Info lengkap mengenai kolam terpal dapat dilihat pada jual kolam terpal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *