Memikirkan Kembali Manfaat Kopi Bagi Kesehatan ?>

Memikirkan Kembali Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

Screenshot_32

REPUBLIKA. CO. ID, MELBOURNE — Berikut obat yang paling popular didunia : kopi!

Ya, kopi yaitu obat karena itu kita mesti ingat kalimat Paracelsus, ‘semua obat yaitu toksin, yang membedakan yaitu dosisnya. ‘

Berdasar pada kenyataan, kopi sudah dikonsumsi dengan cara luas sepanjang kian lebih satu milenium, kita mungkin saja berasumsi resikonya yang jelek bakal cukup sedikit, sepanjang kita tak konsumsi sangat banyak.

Namun, waktu peminum kopi berhenti, ada bukti kalau sebagian resikonya kopi nampaknya betul-betul baik. Menariknya, beberapa besar resikonya yang baik kelihatannya tak ada hubungan dengan cafein. Ada beberapa bahan kimia lain dalam kopi yang nampaknya ikut serta.

Mungkin saja, atau tak, baik untuk kesehatan Anda, dampak positif kopi terkait dengan harapan hidup, diabetes type II, prostat, kulit serta kanker mulut, serta keadaan jantung. Tetapi, kopi terkadang mempunyai efek jelek pada kanker paru-paru.

Namun ada permasalahan lain, yaitu statistik. Beberapa besar data masalah dampak yang baik dari minum kopi nampak dengan cara kebetulan.

Hal semacam ini karna beberapa besar data datang dari studi penilaian dengan lihat tingkah laku serta aktivitas beberapa besar orang, sepanjang satu tahun lebih serta terkadang sebagian dekade.

Namun studi ini tak mencari yang khusus, mereka cuma mencermati untuk lihat apa yang bakal nampak dengan cara kebetulan.

Mereka mencari ‘korelasi’. Satu ‘korelasi’ yaitu jalinan timbal balik pada dua hal. Namun korelasi tak bermakna satu hal mengakibatkan terjadinya hal yang lain. Dalam sebagian masalah, korelasi yang nampaknya terang dapat salah.

Umpamanya, satu riset yang dikerjakan Nurses’ Health Study pada th. 1976 di Amerika Serikat. Riset observasional ini lihat beragam aspek yang bisa dihubungkan dengan kesehatan kian lebih 120. 000 perawat, yang tercatat di Amerika Serikat.

Pada th. 1990, sekitaran 14 th. lalu, korelasi yang pasti lantas nampak. Beberapa perawat yang lakukan pergantian hormon paduan (CHR) mempunyai lebih sedikit masalah penyakit jantung koroner. Nampaknya cukup terang ; pergantian hormon (CHR) yang dipadukan bisa membuat perlindungan wanita dari penyakit jantung koroner.

Tetapi, kenyataannya ini tak benar.

Wanita yang mengambil lakukan CHR juga datang dari kelompok ada, lebih melindungi kesehatan mereka, seperti makan dengan baik serta lakukan berolahraga. Sesudah beberapa aspek ini dikoreksi, nyatanya pergantian hormon paduan tak punya pengaruh pada penyakit jantung -mungkin beresiko kecil pada penambahan.

Sebagai contoh lain, pikirkan korelasi pada ‘berapa banyak margarin yang dikonsumsi tiap-tiap orang di Amerika Serikat tiap-tiap harinya’ dengan ‘tingkat perceraian di negara sisi Maine’.

Apakah korelasi ini baik sesudah kian lebih satu dekade? Ya.

Apakah margarin penyebabnya perceraian? Tak. Adakah jalinan ‘sebab-akibat’? Tak.

Ini yang disebut oleh beberapa pakar statistik, ‘korelasi tak mempunyai jalinan sebab-akibat’.

Berikut hal pertama untuk di ketahui waktu lakukan studi observasional. Aspek ke-2 yang butuh diingat yaitu banyak data pada kopi (serta mengkonsumsi kopi) datang dari pengelompokan sebagian riset observasional, atau dimaksud ‘meta-analisis’.

Satu meta-analisis berupaya untuk jadi versus statistik dari ‘wisdom of commons’. Di sinilah, dalam sebagian masalah, kata ‘banyak’ dapat lebih pandai dari pada ‘beberapa’.

Idealnya, satu meta-analisis lihat studi yang mencermati beberapa aspek yang sama. Bila semuanya studi individu dikerjakan dengan standard tinggi yang sama, meta-analisis yang paling akhir mesti bisa meraih hasil yang tambah baik, umpamanya sediakan perkiraan hasil yang tambah baik dengan tingkat kepastian yang lebih rendah.

Namun terkadang studi individu juga mempunyai kekurangan. Serta mungkin saja tidak selamanya dapat lihat permasalahan (serta sumber yang bias) dalam satu riset, cuma dengan membaca beberapa laporan yang terkait dengan studi itu.

Bila studi kurang prima, jadi akhirnya juga diragukan. Hasil studi cuma baik bila diperoleh dari data yang baik juga.

Pepatah lama menyampaikan : ‘GIGO’, atau ‘Garbage in, Garbage Out, ‘ artinya ‘sampah masuk, sampah keluar’.

Jadi saat ini, berkaitan dengan harapan hidup, peminum kopi hidup lebih lama.

Satu meta-studi meninjau 20 riset lain yang melibatkan kian lebih 970 ribu orang, sesaat riset yang lain mencermati 17 studi dengan kian lebih satu juta partisipan.

Mereka memperbandingkan mereka yang minum kopi paling banyak dengan yang paling sedikit. Beberapa peminum kopi berat mempunyai kemungkinan lebih rendah, sampai 14 % untuk alami mati muda dari sebab apa pun.

Bahkan juga konsumsi satu atau dua cangkir sehari-hari kurangi kemungkinan kematian awal sampai delapan %.

Serta minum kopi tanpa ada cafein, atau decaffeinated, berikan keuntungan yang sama. Minum dua sampai empat cangkir kopi tanpa ada cafein /hari melindungi kemungkinan kematian awal sampai 14 % lebih rendah.

Jadi minumlah kopi Anda serta tunggulah resikonya dari kopi yang baik mendatang setelah itu.

*Penulis, Dr Karl Kruszelnicki, yaitu pakar sains di Australia yang kerap menerangkan ilmu dan pengetahuan serta sains dengan bhs yang gampang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *