Integrasi antar transportasi di Jakarta perlu dibenahi ?>

Integrasi antar transportasi di Jakarta perlu dibenahi

Integrasi antar transportasi di Jakarta perlu dibenahi

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) memiliki pendapat usaha integrasi antarmoda transportasi di Ibu Kota masihlah butuh dibenahi, terutama di sebagian stasiun kereta yang belum tersambung dengan halte bus.

DTKJ mencatat ada enam stasiun KRL yang belum tersambung dengan halte bus Transjakarta yakni Pasar Senen, Tanah Abang, Kalibata, Tanjung Priok, Kebayoran, serta Grogol.

Anggota DTKJ Aditya Dwi Laksana dalam satu diskusi umum di Jakarta, Senin, menuturkan usulan agar Stasiun Pasar Senen dilengkapi dengan bus pengumpan Transjakarta koridor 2 serta koridor 5, Stasiun Tanah Abang difasilitasi dengan bus koridor 1 serta 2, sedang Stasiun Kalibata di beri akses bus koridor 9 serta koridor 10.

” Sesaat di Stasiun Tanjung Priok dibutuhkan penyeberangan sebidang atau JPO yang aman untuk menghubungkan stasiun dengan terminal bus, dan lintasan pejalan kaki didalam ruang terminal untuk menghubungkan dengan halter Transjakarta, ” kata dia.

Di Kebayoran, menurutnya, butuh dibuatkan penyeberangan sebidang serta pedestrian yang aman untuk menghubungkan Stasiun Kebayoran dengan halte Transjakarta Pasar Kebayoran yang lebih kurang berjarak 200 mtr..

Konektivitas pada halte koridor 8 serta halte jalur busway layang koridor 13 juga diperlukan supa terintegrasi dengan Stasiun Kebayoran.

Sedang di Grogol kwalitas akses pedestrian yang menghubungkan Stasiun Grogol dengan halte Transjakarta Latumenten jadi satu diantara aspek utama pembenahan.

” Pemakai layanan diinginkan bisa beralih moda pada KRL dengan bus Transjakarta koridor 9 serta koridor 3 dengan baik, ” tutur Aditya.

Menurut DTKJ, keterpaduan moda dari dua type alat transportasi massal yaitu KRL commuter line serta bus Transjakarta semestinya bukan sekedar dalam lingkup fisik seperti selasar penghubung serta bus pengumpan, tetapi juga keterpaduan dalam soal pemakaian berbarengan ticket elektronik, penyediaan info, jadwal perjalanan, serta inginaan tarif.

Dengan hal tersebut, usaha integrasi itu bisa kurangi pemakaian kendaraan roda dua sebagai angkutan umum pengumpan.

” Sepanjang tiga bln. paling akhir kita telah lihat ada perbaikan kolaborasi atau keterpaduan moda pada KRL serta bus Transjakarta, sebagai tulang punggung transportasi umum di Jakarta. Ini mesti selalu ditingkatkan, ” kata Aditya.

Berdasar pada catatan DTKJ, KRL commuter Jabodetabek bisa mengangkut sampai 850 ribu orang /hari sedang bus Transjakarta sekarang ini dapat melayani 370 ribu pelanggan dalam satu hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *