Ini Dia Cara Membedakan Margarin yang Masih Baik dan Tidak ?>

Ini Dia Cara Membedakan Margarin yang Masih Baik dan Tidak

Screenshot_10

Terkecuali memakai minyak untuk menumis serta menggoreng makanan, margarin dapat juga jadi pilihan untuk memasak makanan. Terlebih margarin yang dilelehkan di penggorengan juga akan keluarkan aroma yang enak serta ciri khas.

Aroma itu berasal berbahan baku pembuatan margarin tersebut yaitu minyak sayur, air, garam serta emulsifier.

Tetapi, tahukah Anda kalau margarin mempunyai masa kadaluwarsa juga? Pastinya saat masa itu teratasi, kita baiknya tidak memakai margarin itu untuk jadikan bahan memasak.

Bagaimana mengetahui margarin yang telah tidak fresh sekali lagi? Chef Ucu Sawitri dalam hal semacam ini sharing tips-nya untuk mengetahui margarin yang telah tidak layak digunakan.

” Margarin yang masih tetap layak gunakan umumnya mempunyai warna yang sama dari waktu kita membelinya. Warnanya tidak memudar atau jadi putih, ” kata Chef Ucu yang menjabat jadi Koordinator Membership Ikatan Praktisi Kuliner Indonesia waktu didapati Kompas Lifestyle pada acara Pertandingan Blue Band Master Oleh-oleh 2017, di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Diluar itu, margarin yang masih tetap layak dipakai juga tidak berjamur. Penyebabnya margarin berjamur biasanya karna langkah penggunaannya yang asal-asalan.

” Bila terkena jamur jadi ada bintik-bintik berwarna kehitaman, umumnya karna langkah penggunaannya, gunakan sendok yang sendoknya sisa terasi umpamanya, ” papar Chef Ucu.

Margarin yang tidak layak gunakan juga biasanya juga akan berbau tengik, walau cukup tidak sering didapati margarin yang berbau tengik.

” Memanglah tidak sering sich yang bau tengik, namun itu satu diantara pertanda bila margarin itu telah tidak layak sekali lagi untuk dikonsumsi, ” katanya.

Menurut Chef Ucu, supaya margarin tetaplah terbangun, dianya merekomendasikan supaya menyimpannya di tempat yg tidak segera terkena cahaya matahari.

Untuk periode saatnya, margarin masih tetap dapat dipakai saat umur belinya tidak kurang dari 1 minggu. ” Satu minggu masih tetap bertahan, bila telah 2 bulan mesti telah dibuang, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *