Efek Terlalu Sering Selfie ?>

Efek Terlalu Sering Selfie

Fenomena selfie atau swafoto jaman sekarang ini menuai banyak komentar dari banyak ahli psikologi, karena ada dampak tertentu bagi orang yang sangat suka sekali selfie.

Selfie (swafoto) memanglah disukai beberapa orang. Nyaris di semuanya tempat, beberapa orang yang mempunyai gawai berkamera lakukan swafoto. Dirumah, kantor, jalan raya, di dalam kemacetan jalan raya, bahkan juga ditempat yang berlebihan seperti tepi jurang, diatas bangunan, serta yang lain.

sumber : www.hercampus.com
sumber : www.hercampus.com

Golongan milenial sukai berswafoto untuk lalu mengunggahnya ke website sharing gambar Instagram atau Snapchat. Swafoto memanglah dapat jadi medium untuk menolong wanita, terlebih yang berumur muda, lihat kecantikan mereka yang sebenarnya.

Tetapi, studi paling baru dari University of Toronto di Kanada mengungkap kalau beberapa pengagum swafoto nyatanya sangat yakin diri pada kecantikan atau ketampananan muka mereka.

Hasil riset berdiri sendiri itu, seperti disibakkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science, mengungkap kalau beberapa pengagum swafoto lebih berbentuk narsis walau sesungguhnya mereka lebih tak menarik dibanding beberapa orang lain yang berfoto sendirian.

Untuk lakukan riset ini, beberapa ilmuwan menghimpun 198 orang mahasiswa yang sekitaran 100 orang diantara mereka yaitu pengagum swafoto.

Responden riset itu lalu disuruh mengambil swafoto yang sesuai sama account sosial media semasing. Diluar itu mereka juga disuruh memphoto satu orang lain. Dengan hal tersebut semasing orang memiliki satu swafoto serta satu photo yang lain yang dipotret oleh rekanan mereka.

Sesudah semuanya photo dihimpun, beberapa mahasiwa menilainya seberapa menarik mereka di mata mahasiswa yang lain. Kemudian, beberapa peneliti memohon 178 orang mahasiswa berdiri sendiri untuk menilainya bebrapa photo berdasar pada daya tarik serta tingkat narsisme yang nampak dalam bebrapa photo itu.

Sesudah semuanya photo dinilai, ke-2 grup — baik yang suka berswafoto ataupun yg tidak sukai berswafoto — nyatanya keduanya sama menilainya diri mereka lebih menarik dari pada penilaian yang dikerjakan oleh tim berdiri sendiri.

Tetapi, ada ketidaksamaan mendasar dalam hasil penilaian oleh tim berdiri sendiri. Nyatanya beberapa pengagum swafoto terlalu berlebih dalam menilainya kecantikan atau ketampanan diri mereka dibanding grup yg tidak sukai berswafoto.

Diluar itu, nyatanya tersingkap juga kalau beberapa pengagum swafoto juga lebih narsis dari pada mahasiswa yg tidak sukai berswafoto.

Studi ini memanglah memiliki keterbasan jumlah responden. Jadi, dibutuhkan penelitin lanjut untuk memperoleh hasil yang lebih sahih. Tetapi, dengan cara mendasar riset ini menunjukkan kalau orang yang sukai berswafoto condong menduga diri mereka lebih cantik atau lebih tampan dari pada sebenarnya.

” Pengagum swafoto umumnya terlalu berlebih dalam menilainya segi positif yang tampak dalam hasil swafoto mereka, ” tutur Adam Boult, seseorang peneliti pada The Telegraph.

” Dalam riset ini tersingkap kalau pengagum swafoto meyakini kalau photo mereka tampak lebih menarik serta lebih disenangi dari pada photo yang di ambil oleh orang lain. ”

Kenapa beberapa pengagum swafoto itu lebih suka pada swafoto dari pada photo yang di ambil oleh orang lain? Nyatanya akar dari semuanya yaitu fenomena psikologis yang dimaksud ” self-favouring bias ” atau ” bias mengunggulkan sendiri ” yakni satu kondisi saat orang condong lihat diri mereka semakin bagus dari pada rata-rata orang lain.

Pada umumnya orang memanglah memikirkan mereka tambah baik dari pada orang lain. Tetapi, pemikiran itu makin bertambah ketika mereka memiliki kendali penuh pada semua yang ada pada diri mereka.

Untuk orang yang suka berswafoto, mereka dapat mengatur hasil pemotretan seutuhnya, umpamanya pojok pengambilan gambar, filter yang dipakai untuk memproses hasil pemotretan serta kapan mereka bakal menerbitkannya di account sosial media. Perihal ini pula yang lalu berbuntut pada rasa yakin diri yang terlalu berlebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *