Ciri-Ciri Tekanan Darah Rendah ?>

Ciri-Ciri Tekanan Darah Rendah

Malp2010.com – Apa itu tekanan darah rendah alias hipotensi? Apa ciri-ciri tekanan darah rendah? Yuk langsung saja.

Pengertian Tekanan Darah

Tekanan darah merupakan sebuah ukuran dari jantung dalam perannya memompa darah ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah ini akan menekan dinding-dinding pembuluh darah. Kemudian tekanan darah akan memompa darah ke arteri-arteri tubuh dan dikembalikan lagi ke jantung melalui pembuluh vena.

Perbedaan tekanan darah dalam tubuh akan menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah normal, atau tekanan darah rendah (hipotensi).

Untuk mengetahui berapa tekanan darah, dilakukan dengan bantuan sebuah alat pengukur tensi.

Jadi, Anda tidak bisa memperkirakan sendiri berapa ketinggian tekanan darah.

Tekanan darah rendah sangat berbahaya bagi tubuh karena bisa mengundang beberapa penyakit dan juga menurunkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktifitas.

 Ciri-ciri Tekanan Darah Rendah

Kenali ciri-ciri tekanan darah rendah ini, sehingga anda bisa segera melakukan tindakan sebelum terlambat.

1. Pusing atau sakit kepala

Hal ini dapat terjadi karena darah tidak mampu mengangkut cukup banyak oksigen untuk disetorkan ke otak. Akibatnya, penderita akan sering merasa pusing atau bahkan hingga pingsan. Sakit kepala karena tekanan darah yang tidak stabil semacam ini disebut dengan ortostatik. Ini merupakan ciri-ciri tekanan darah rendah yang paling utama terasa.

2. Pandangan kabur dan berkunang-kunang

Pandangan kabur yang dialami oleh penderita tekanan darah rendah sangat berbeda dengan pandangan kabur penderita mata minus. Penderita hipotensi sering mengalami hal ini apabila terlalu lama duduk atau bisa juga karena terlalu lama berdiri. Keseimbangan tubuh akan terganggu sehingga menyebabkan pandangan kabur hingga tubuh jatuh atau pingsan.

3. Penderita tampak loyo dan tidak bersemangat

Penderita tekanan darah rendah akan terlihat lebih pucat dan denyut nadi yang lemah atau tidak stabil. Hal ini juga dikarenakan suplai oksigen yang dikirim ke otak tidak cukup atau bahkan sedikit sekali. Meskipun makan makanan yang banyak, penderita tetap akan terlihat tidak bersemangat.

4. Perut sering mual

Tubuh penderita merasa lemas dan tidak bertenaga. Hal ini juga dikarenakan suplai oksigen yang tidak cukup untuk dikirim ke otak, organ, dan kulit. Mual-mual biasanya terjadi secara tiba-tiba dan  berulang-ulang.

5. Nafas penderita cepat dan dangkal

Hal ini merupakan rekasi tubuh terutama bagian organ paru-paru untuk mengimbangi ketidakmampuan darah untuk mengikat oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh. Sesak nafas dan perasaan nyeri di dada saat bernafas dapat terjadi karena tekanan darah ke jantung pada saat itu melemah sehingga mengganggu kerja otot jantung dan otot intra tulang dada. Terkadang juga denyut jantung terdengar tidak stabil karena gangguan ini.

6. Otak tidak mampu bekerja dengan semestinya hingga menyebabkan kebingungan

Penderita akan terpecah konsentrasinya dan sangat sulit untuk fokus. Otak tidak mampu berfikir dengan cepat dan tidak bisa melakukan sesuatu dengan cepat dan tangkas. Hal ini  disebbakan suplai oksigen yang kurang sehingga seringkali penderita mengalami kebingungan dan lambat menangkap pernyataan.

7. Penderita sering mengantuk

Hal ini disebabkan karena suplai oksigen yang kurang sehingga membuat si penderita lebih sering menguap. Darah yang mengangkut oksigen yang terlalu lemah untuk dipompakan ke otak membuat penderita sering mengantuk.

8. Penderita merasa lemas

Penyebab lemasnya penderita hipotensi masih sama, yaitu kurangnya atau lambatnya peredaran oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, penderita akan merasa badannya sangat payah untuk digerakkan bahkan beberapa kasus menyatakan badan terasa berat dan diiringi dengan perasaan mengantuk.

9. Penderita sering merasa haus

Air berperan sangat penting dalam menormalisir tekanan darah. Untuk itu, penderita tekanan darah rendah haruslah minum lebih banyak untuk memacu pergerakan sirkulasi cairan dalam tubuh.

10. Badan terasa dingin

Badan penderita hipotensi akan terasa dingin karena tidak cukupnya oksigen yang menyebar ke seluruh tubuh terutama dibawah kulit. Dapat juga disebabkan karena suplai darah yang lambat dan tidak sampai ke jaringan tepi atau mucosa tubuh. Rasa dingin ini biasanya bisa dideteksi dengan terjadinya kaki, tangan, telingga, atau bibir yang membiru. Meskipun badan teras dingin, biasanya tubuh penderita hipotensi akan mengeluarkan banyak peluh atau keringat juga.

Semoga bermanfaat artikel singkat ini bisa bermanfaat dan memberi informasi atau gambaran apa saja ciri-ciri tekanan darah rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *