Berbelanja Buah Lokal di Antara Lingerie dan Sneakers ?>

Berbelanja Buah Lokal di Antara Lingerie dan Sneakers

Screenshot_21

Anda pasti tidak sempat memikirkan untaian buah petai bersanding dengan gerai lingerie seperti Victoria’s Secret, atau jambu serta salak di jual dekat deretan sneakers yang tengah trend keluaran Nike ataupun Adidas.

Ya, pasar buah tradisionil pasti jauh dari kesan megah satu mal moderen. Tetapi bukanlah bermakna keduanya tidak dapat dikumpulkan. Serta tersebut yang berlangsung di Mal Aeon BSD City dalam acara “Farm to Table”.

Disini deskripsi yang mungkin diluar bayangan itu menyatu. Beragam buah serta sayuran lokal yang dibawa oleh 22 petani di jual diantara baju-baju serta aksesori mulai 19 sampai 29 Oktober 2017. Ini jadi pola hidup yang bukan sekedar masalah tampilan berbusana, tetapi juga kesehatan badan.

“Kami bekerja sama juga dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta MAPORINA untuk acara ini jadi bentuk support pada beberapa petani buah serta sayur lokal yang mutunya tidak kalah dengan product import, ” tutur Alphonzus Widjaja, Direktur PT. AMSL Indonesia, Senin (23/10/2017).

Mengenai beberapa petani ini datang dari beragam daerah di Indonesia seperti Sukabumi, Cianjur, Lembang, Yogyakarta, Lebak serta yang lain.

Acara Farm To Table bukan sekedar sebatas pameran buah serta sayur lokal saja. Tetapi, lewat kampanye sosial Pergerakan Masyakarat Sehat yang digagas oleh pemerintah, ini mengajak masyakarat supaya konsumsi cukup buah serta sayuran.
Terkecuali bermacam sayur serta buah fresh lokal, bisa didapati juga sebagian buah langka yang telah tidak sering diketemukan di market, seperti alkesa, gohok, matoa, abiu, duren pelangi, kelengkeng ruby longan, buah tin, buah namnam, serta miracle fruit.

Ada juga ruang yang sediakan microgreen dari Orang-orang Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) yang dapat dibuat jadi salad fresh. Microgreen adalah satu diantara bentuk urban farming yang diperkembang oleh MAPORINA. Cuma dengan satu kotak kecil yang di isi bibit bebas fungisida, customer dapat menanam sendiri dirumah serta memperoleh sayur fresh.

Kenapa di mal? Pasti terkecuali mengajak orang-orang untuk lebih sukai konsumsi buah, terlebih buah lokal, acara ini adalah pendidikan untuk beberapa petani untuk hasilkan product sesuai sama keinginan pasar.
“Biasanya petani sebatas jual produknya tanpa ada memerhatikan paket, display, penentuan kwalitas, atau promosinya. Disini mereka di ajarkan untuk mengemas serta menghidangkan dengan baik supaya menarik serta orang tertarik membelinya, ” tutur Ir. Aminudin Azis, MM, Kasubdit Pascapanen Direktorat Pemrosesan serta Pemasaran Hasil Hortikultura, yang ada dalam acara itu.

Sementaram Juanita Rustandi, Senior Manager Operasional Aeon Mall menginginkan memakai acara ini untuk sharing info beragam jenis langkah mengaplikasikan pola hidup sehat.
“Selain itu juga kami menginginkan mendatangkan pengalaman berbelanja yang unik, dengan sediakan beragam jenis buah-buahan langka seperti Miracle Fruit, yang bila kita cicipi rasa manisnya dapat ketinggalan hingga 2 hari, lalu ada buah Matoa yang dagingnya seperti rambutan namun rasa-rasanya seperti durian, serta yang lain, ” tutur Rustandi.

Yang pasti, pengalaman unik di situ yaitu rasakan belanja buah lokal diantara gerai-gerai yang sediakan beragam product model paling baru serta situasi bersih serta adem di mal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *